3 Pelajar di Mataram Jadi Jambret untuk Beli Sabu, Sudah 43 Kali Beraksi

Sabtu, 3 Juli 2021 05:57 WIB
Reporter : gannjomb
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono

Mataram – Tiga orang pelajar diringkus oleh tim Puma Polresta Mataram. Mereka diduga sebagai pelaku jambret yang telah beraksi sebanyak 43 kali di wilayah hukum Polresta dan Polres Lombok Barat.

“Ketiga pelaku melakukan aksi jambret di 43 TKP yang tersebar wilayah hukum Mataram dan Lombok Barat diantaranya Monjok, Kekalik, Sindu, Batu Layar, Senggigi, dan lain-lain. Terakhir beraksi di Wilayah Gunungsari, Lombok Barat,” utar Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, dalam keterangannya pada detikcom Jumat (2/7/2021).

Heri mengatakan, aksi mereka di wilayah Gunung Sari Lombok Barat membuat ketiganya ditangkap oleh pihak kepolisian. Dalam melancarkan aksinya, para pelaku kerap membuntuti calon korban hingga tiba di TKP yang dianggap aman untuk beraksi.

“Modusnya, mereka membuntuti korban, korban menaruh handphone di dashboard sepeda motornya. Korban mengetahui dibuntuti pelaku dan berhenti di salah satu Alfamart, Di situ pelaku mulai beraksi mengambil handphone korban. Korban pun sempat melakukan perlawanan. Tetapi, tidak kuasa melawan. Pelaku menendang korban dan mengambil handphone,” jelas Heri.

Dari kejadian itu, korban melapor ke Polisi. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mengetahui identitas ketiganya hingga pada akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing yang berlokasi di Ampenan Mataram.

“Berdasarkan interogasi, dari 43 TKP itu, uang hasil jambretnya digunakan membeli Narkoba (jenis sabu) dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka menggunakan narkoba bersama-sama,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, mengungkapkan, para pelaku tergabung dalam satu komplotan spesialis jambret beranggotakan 4 orang. Disamping itu, terdapat satu orang dewasa yang menjadi koordinator mereka.

Mereka memiliki empat orang satu komplotan. Tiga orang yang kita tangkap. Satu pelajar berinisial AD masih DPO. Ada satu orang yang sudah dewasa menjadi koordinator. Itu masih kita kembangkan,” terang Kadek Adi Budi.

Kadek menjelaskan, setiap beraksi komplotan ini membagi tugas atau sistem shift. Bahkan dalam aksinya mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

Karena hasil jambret digunakan untuk membeli dan mengkonsumsi sabu, Kadek menegaskan tidak akan memberikan diversi kepada pelaku yang masih dibawa umur ini.

“Itu menjadi pertimbangan kita tidak melakukan diversi,” tegasnya.

 

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Banner iklan kotak yg atas..diganti ini
7. Banner iklan kotak yg nomer 2...diganti ini

Berita Terpopuler

GANNasional

Berita Politik

WhatsApp Image 2021-07-10 at 14.13.45

Berita Kriminal & Hukum